Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

11 Agustus 2010

Asmara Subuh Tradisi yang keliru

Kali ini kami ingin memberitahukan sesuatu yang salah di Bulan Ramadhan namun dianggap benar karena dilakukan oleh umum (kalangan muda-mudi). Setiap selesai menunaikan ibadah shalat subuh, para muda - mudi akan melakukan ritual lain, yakni Asmara Subuh. Kita sudah mendengar istilah ini sejak SLTP, artinya sudah lama berkembang di masyarakat bahwa ada acara lain yang lebih asyik setelah shalat subuh di Bulan Ramadhan.

Kata “asmara subuh” sendiri merujuk kepada suatu kegiatan yang dilakukan selepas shalat subuh oleh pasangan muda - mudi (yang berpacaran) pada Bulan Ramadhan. Pun keadaan ini hanya muncul setahun sekali yakni Bulan Puasa. Dengan alasan olahraga atau jogging, jadilah mereka berduaan sepanjang subuh hingga pagi.

Ini memang sebuah penyakit, akut dan menular. Bagaimana mungkin acara maksiat dapat menjadi kegiatan yang turun temurun dilakukan dibulan Ramadhan yang suci. Bulan yang harusnya kesuciannya dijaga malah dirusak oleh kegiatan asyik masyuk sebagian muda - mudi yang tengah dimabuk asmara. kita tidak tahu apakah Asmara Subuh juga berlaku di kota lain negeri ini. Bukannya di Bulan Suci ini kita harusnya memperbanyak ibadah, membaca Al- Quran, Zikir dan amal ibadah lainnya ?

Mari jaga diri dan keluarga kita dari hal yang tidak bermanfaat, apalagi dosa.
read more...

06 Agustus 2010

Walikota Harus Rombak SKPK

Dalam upaya peningkatan peran Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK atau SKPD) untuk mendukung program pembangunan Pemerintah Kota (Pemko) Langsa, diperlukan adanya sinergisitas dukungan dari kepala SKPK terkait.

Namun sayangnya yang terjadi SKPK saat ini dinilai bukanlah mendukung tapi malah semakin mempersulit gerakan program pembangunan daerah. Karenanya Kosorsium LSM Kota Langsa meminta Walikota untuk segera merombak SKPK demi jalannya program kerja yang telah dicanangkan, Kamis (5/8).

Demikian pernyataan dari konsorsium LSM untuk Langsa yang terdiri dari lima LSM masing-masing LSM Komunitas Rumoh Aceh, LSM LAPPAN, LSM JPKL, LSM SMS dan LSM MP3S yang disampaikan kepada Metro Aceh di Langsa.

Menurut para pegiat LSM ini, seharusnya SKPK yang mengetahui terjadinya devisit anggaran dapat meminimalisir kejadian tersebut dengan membuat program-program yang menyentuh langsung kepada masyarakat dengan dana seefisien mungkin, sehingga solusi defisit tidak menjadi kendala dan program kepada masyarakat tetap terlaksana.

“Ini salah satu indikasi bahwa SKPK yang ada saat ini tidak mendukung program percepatan pembangunan berbasis masyarakat sebagaimana visi misi Walikota. Dimana dengan kondisi keuangan yang terjepit malah sejumlah SKPK terus mengupayakan berbagai pekerjaan yang tidak menyentuh kepentingan langsung masyarakat serta menyedot anggaran besar,” demikian penilaian dari hasil konsorsium LSM untuk Langsa.

Karenanya, menanggapi perkembangan yang semakin sulit tersebut maka masing-masing pimpinan konsorsium LSM untuk Langsa, Putra Zulfirman dari LSM Komunitas Rumoh Aceh, Fauzi Yusuf dari LSM LAPPAN, Irwan dari LSM JPKL, Darkasyi dari LSM SMS, Riswandar dari LSM MP3S meminta Walikota untuk segera merombak Kepala SKPK Kota Langsa dan menempatkannya sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing.

Selain itu kepada DPRK konsorsium LSM ini juga meminta fungsi legislasi harus lebih ditingkatkan dan harus mampu memfasilitasi anggota dewan dalam bekerja dan mengerti tentang administrasi seperti melakukan koordinasi dengan SKPK dalam pengumpulan data untuk agenda rapat. (dai)

dikutip dari harian Rakyat Aceh
read more...

25 Juni 2010

Menemukan Kembali Makna Dan Jati Diri Mahasiswa

Menemukan Kembali Makna Dan Jati Diri Mahasiswa

Idealisme mahasiswa sikap pantang menyerah untuk mentransformasikan bentuk ideal cita-citanya menjadi kenyataan. Seperti yang dikmukakan oleh Lewis Coser, mahasiswa adalah “orang-orang yang kelihatanya tidak pernah puas menerima kenyataan sebagaimana adanya”. Mereka mencari dan mempertanyakan kebenaran yang berlaku di suatu saat, dalam hubungannya dengan kebenaran yang lebih tinggi dan lebih luas.

Definisi Mahasiswa adalah individu yang sedang melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka menempuh suatu program pendidikan. Mahasiswa secara luas adalah pembaharu bagi kemajuan dan penopang hidup masyarakat. Sebagai kelompok intelektual-teknokrat, mahasiswa berpeluang untuk berada dalam posisi terdepan dalam proses perubahan masyarakat.

Kebelakangan ini, peranan mahasiswa yang dianggap sebagai agen arus perubahan yang diinginkan masyarakat bergema semula. Pandangan masyarakat terhadap mahasiswa sebagai kelompok intelektual dan sebagai agen gerakan pembaharuan, hendaklah menyadarkan kita (mahasiswa) sebagai kelompok intelektual muda.

Mahasiswa sebagai agent of change

Jiwa yang menggebu-gebu menjadi denyut nadi dalam setiap langkah hidup pemuda. “Darah muda” yang mengalir menjadi bensin bahan bakar utama pergerakan mahasiswa Indonesia. Mahasiswa sendiri memiliki tempat strategis yang tidak bisa dianggap sebelah mata oleh siapapun bahkan oleh mahasiswa itu sendiri. Sejatinya modal tersebut menjadi manifestasi atas kepercayaan bagi mahasiswa menemukan perannya yang penting dalam dinamika tatanan kehidupan sosial, politik, dan budaya.

Di tengah keterpurukan bangsa yang sedang acak marut ini, sejumlah mahasiswa memberikan andil yang besar terhadap kemajuan bangsa. Hal ini dibuktikan dengan berbagai prestasi yang gemilang yang telah ditoreh. Baik itu dalam bidang politik, pendidikan, olahraga, serta bidang yang lainnya.

Mahasiswa dalam kaitannya dengan perubahan memang layak menyandang peran agent of change. Peran yang sudah seharusnya tertanam dalam lubuk hati paling dalam seluruh mahasiwa Indonesia. Sudah cukup hanya berkomentar, mengeluh, dan mengkritik tanpa ada real action di lapangan. Mahasiswa mesti bangkit dan tidak ada lagi kata malas dalam menjalani kehidupan yang sayang untuk dilewatkan tanpa makna. Eksistensi pun menjadi wacana yang penting setiap alur perjuangan.

Gerakan Mahasiswa

Kalau kita bandingkan mahasiswa sekarang dengan mahasiswa dahulu, sangatlah jauh berbeza. Dulu, mahasiswa dengan idealismenya dapat menjadi payung kepada masyarakat yang memerlukan pembelaan.

Semangat juang yang digerakkan oleh pemimpin-pemimpin mahasiswa waktu itu, dengan setiap saat melakukan penyadaran terhadap rakyat, berhasil menghasilkan beberapa orang pemimpin ternama hari ini.

Bandingkan hal tersebut dengan mahasiswa sekarang, yang mengalami degradasi, baik dari segi intelektualisme, idealisme, patriotisme, maupun semangat jati diri mereka. Mahasiswa sekarang, cenderung untuk berpikir pragmatis dalam menghadapi persoalan.

Melihat fenomena tersebut, maka kita mempunyai kewajiban untuk mengubah mentalitas yang hedonis dan pragmatis tersebut kembali kepada jati diri mahasiswa, yang mempunyai idealisme tinggi. Salah satu jalan alternatif untuk itu adalah dengan menghadapkan langsung mahasiswa pada persoalan-persoalan kerakyatan.

Tantangan Mahasiswa

Seiring dengan peran pemuda dalam isu kepemimpinan, tak pelak menemui berbagai halang rintang. Globalisasi yang tengah menyelimuti tatanan kehidupan di berbagai aspek masyarakat adalah salah satu tantangan kongkret bagi para pemuda. Eksistensi dan idealisme akan dipertaruhkan. Sejuah mana akan bertahan, sejauh mana akan kokoh dalam kemurnian yang berlandaskan semangat kebangsaan.

Tidak semudah mengembalikan telapak tangan pemuda melawati berbagai proses idealisme yang acap kali menemui berbagai hambatan. Idealisme sejatinya memberikan keunggulan. Namun, di sisi lain idealisme bisa menjadi sebuah bumerang yang justru menyerang balik tatanan pribadi. Hati sanubarilah yang dapat menjawab akan semua itu. Kejujuran adalah salah satu kunci pokok dan tolak ukur yang valid. Kejujuran terhadap sikap, kenyataan, dan kondisi sosial yang ada di sekitar.

Begitu pun idealisme yang kaitannya mengenai semangat kepemimpinan dalam konteks kebangsaan. Pemikiran-pemikiran yang kritis namun tetap etis belum sepenuhnya berjalan efekif tatkala sisi emosional masih menolak dalam diri. Emosi terkadang bisa membuyarkan mana yang benar dan mana yang salah. Hasrat akan nafsu menjadi sebuah tantangan tersendiri.
Tidak sedikit pejabat yang korupsi dan melakukan sebuah tindakan penyelewengan saat ini, dulunya adalah seorang aktivis mahasiswa di kampus. Seorang aktivis yang begitu getol dalam menyuarakan keadilan dan kritik atas pemerintah yang menjabat saat itu. Namun sangat ironis, mereka sekarang menjadi pejabat yang tidak sesuai dengan apa yang diperjuangkan dulu ketika menjadi mahasiswa. Korupsi, suap, mark up, dan kebobrokan yang lainnya adalah contoh nyata.

Ujian sesungguhnya dari mahasiswa adalah konsistensi terhadap perjuangan dan idealisme mereka yang berlandaskan kepentingan rakyat dan bangsa.
read more...

02 Februari 2009

Visi Misi Awal Berdirinya IMLA - MEDAN

VISI IMLA MEDAN
  • Sebagai wadah informasi untuk meninjau perkembangan dan kemajuan daerah (Kota Langsa).
  • Meningakatkan dan mamajukan perkembangan daerah (Kota Langsa) dalam bidang IPTEK, Sosial dan kebudayaan untuk menuju Kota Langsa yang sejahtera, damai dan bermartabat.
  • Menjalin silaturahmi sesama mahasiswa/i dan alumni yang berdomisili di SUMUT khususnya Medan.
MISI IMLA MEDAN
  • Menjalin kerjasama guna mensejahterakan anggota.
  • Membangun rasa simpatik dikalangan anggota guna untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri anggota
  • Menanamkan rasa memiliki dan melestarikan pariwisata dan budaya yang bukanlah hal baru dalam dunia islam.
Makna lambang pada organisasi IMLA MEDAN
Kubah : Sebagai wadah pelindung yang bernapaskan syariat Islam
Rencong : Sebagai lambang pergerakan organisasi mahasiswa IMLA MEDAN
Bambu Runcing : Sebagai ruang lingkup IMLA MEDAN
Padi & Kapas : Kesejahteraan & kemakmuran bagi anggota IMLA MEDAN
Buku : Sarana pendidikan bagi anggota IMLA MEDAN
IMLA : Nama organisasi mahasiswa/i Kota Langsa yang berada di Medan
read more...